Revitalisasi Elemen Fisik Kawasan Melalui Redesain Gate, Jalur Pedestrian dan Street Furniture di Kampung Kauman Heritage Banyumas
DOI:
https://doi.org/10.35706/babakti.v3i2.13222Keywords:
Redesain Gate Kawasan, Redesign Gate Kepatihan, Redesign Jalur Pedestrian & Street Furniture, Desa Wisata Heritage, Kampoeng KaumanAbstract
Kampoeng Kauman Heritage di Desa Sudagaran, Banyumas, merupakan desa wisata rintisan yang kaya akan potensi sejarah dan budaya, namun beberapa elemen infrastruktur pendukungnya belum optimal dalam merepresentasikan identitas kawasan. Tantangan utamanya adalah desain dua gerbang penanda yaitu Gate utama dan Gate Kepatihan yang sudah ada namun belum selaras dengan citra Heritage yang diusung. Selain itu, kondisi jalur Pedestrian yang belum tertata dan minimnya Street Furniture juga mengurangi kualitas pengalaman wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan redesain Gate utama dan Gate Kepatihan, serta merancang jalur Pedestrian yang terintegrasi dengan Street Furniture untuk memperkuat identitas visual serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan. Metode pelaksanaan meliputi survei kondisi eksisting, analisis kebutuhan, perancangan konsep, serta diskusi partisipatif dengan masyarakat. Hasil kegiatan ini adalah tiga konsep perancangan utama: (1) Redesain Gate Utama sebagai ikon kawasan; (2) Redesain Gate Kepatihan sebagai penanda zona historis; serta (3) Desain terintegrasi Jalur Pedestrian dan Street Furniture yang fungsional dan estetis. Konsep perancangan tersebut menghasilkan arahan desain yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan kawasan Kampoeng Kauman Heritage. Oleh karena itu, pemerintah desa dan pengelola kawasan direkomendasikan untuk mengimplementasikan desain secara bertahap melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait guna memperkuat identitas visual kawasan, meningkatkan kualitas pengalaman wisata, serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
Downloads
References
Ashworth, G. J., & Tunbridge, J. E. (2000). The tourist-historic city. Routledge.
Asriana, N. (2021). Pedestrian behavior for developing strategy in tourism area; agent-based simulation. Dimensi: Journal of Architecture and Built Environment, 48(1), 65-74.
Bott, S., Cantrill, J. G., & Myers Jr, O. E. (2003). Place and the promise of conservation psychology. Human ecology review, 100-112.
Da Rocha, V. T., Brandli, L. L., Locatelli KALIL, R. M., Salvia, A. L., & Marques PRIETTO, P. D. (2019). QUALITY OF SIDEWALKS IN A BRAZILIAN CITY: A BROAD VISION. Theoretical & Empirical Researches in Urban Management, 14(2).
Hanifunisa, A., & Swasty, W. (2020). Signage yang Informatif dan Interaktif pada The Heritage Palace Kota Surakarta Jawa Tengah. Jurnal Bahasa Rupa, 3(2), 95-103.
Hargianti, M., Septiana, R., Iskandar, Y., & Insani, W. (2025). Identifikasi Street Furniture dari Perspektif Penggunaan Material, Studi kasus: Taman di wilayah perkotaan Muara Enim. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 14(1), 56-64.
Iffiyah, K., Santoso, E. B., & Setiawan, R. P. (2022). The Quality of Pedestrian Based on Pedestrian Environment Quality Index (PEQI) Standards in the Cultural Heritage Area of Tunjungan Street Surabaya. Berkala Sainstek, 10(2), 101-108.
Karyono, T. H. (2010). Green Architecture: Pengantar pemahaman arsitektur hijau di Indonesia. Rajawali Pers.
Noraffendi, B., & Rahman, N. (2020). Tourist expectation and satisfaction towards Pedestrian walkway in Georgetown, a World Heritage Site. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science,
Nurlaela, N. (2018). Strategi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal Di Desa Tammangalle Polewali Mandar. Plano Madani: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 7(2), 132-141.
Pramitasari, P. H., Istiqoma, M., & Winarni, S. (2020). Perancangan Street Furniture pada Ruang Terbuka Publik Klojen Kuliner Heritage Kota Malang. Pawon: Jurnal Arsitektur, 4(01), 89-100.
Rakhmatulloh, A. R., & Dewi, D. I. K. (2024). DESIGN OF PEDESTRIAN WAYS BASED ON TOURIST CHARACTERISTICS IN THE RELIGIOUS TOURISM AREA OF MENARA KUDUS. Journal of Islamic Architecture, 8(2).
Ratnawati, S., & Prajitno, N. T. (2023). Pengelolaan Desa Wisata Bumdes Berbasis Ekonomi Kreatifdan Kearifan Lokal Di Desa Karangrejo Kecamatan Purwosari Pasuruan. Jurnal Abdi Bhayangkara, 1199-1206.
Saifuddin, M. N., & Qomarun, Q. (2020). Pengaruh Kondisi Jalur Pedestrian dan Street Furniture Di Jalan Malioboro Terhadap Kenyamanan Ruang Publik. Sinektika: Jurnal Arsitektur, 16(1), 6-11.
Suryanto, M. A. P. (2023). Pengaruh Street Furniture di Jalan Citywalk Surakarta dari Patung Gladak hingga Restoran Kusuma Sari terhadap Kenyamanan Ruang Publik. Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur,
Tengger, B. A., Pratitasari, R. G., Saputro, I. R., & Reviladi, I. (2025). Tourism Information Center Sebagai Upaya Penguatan Desa Wisata Kampoeng Kauman Heritage, Banyumas. Migunani Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 35–40. https://doi.org/10.65669/migunaninusantara.v3i2.543
Umum, K. P. (2014). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 03/Prt/M/2014 Tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, Dan Pemanfaatan Prasarana Dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki Di Kawasan Perkotaan. In: Jakarta.
Utami, W., & Kharisma, V. (2025). SIGNAGE AS A MEDIUM TO STRENGTHEN CULTURAL IDENTITY: A CASE STUDY AT KAMPUNG BUDAYA SINDANG BARANG BOGOR. Journal Sampurasun: Interdisciplinary Studies for Cultural Heritage, 11(1), 42-62.
Widianti, A. P., Kurniawan, E. B., & Usman, F. (2025). Pengaruh Street Furniture Terhadap Citra Kota Di Koridor Jalan Ronggolawe, Kecamatan Cepu. Planning for Urban Region and Environment Journal (PURE), 14(2), 225-236.
Zhang, L., Zhang, R., & Yin, B. (2021). The impact of the built-up environment of streets on Pedestrian activities in the historical area. Alexandria Engineering Journal, 60(1), 285-300.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Setiawan Dudi Prasetio, Iola Abi Gail, Erik Wahyu Palguna, Naufal Kresna Diwangkara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
