Implementasi Sembilan Langkah Perencanaan Berbasis Kebutuhan Masyarakat pada Taman Bacaan Masyarakat: Praktik Baik Garda Cendekia

Authors

  • Sidiq Nulhaq Institut Pendidikan Indonesia
  • Irvan Irvani Universitas Garut
  • Fahmi Al Ghiffari Institut Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35706/babakti.v3i2.13271

Keywords:

community reading center (TBM), Community Mentoring, Needs Assessment, Logical Framework, program sustainability

Abstract

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Indonesia banyak didirikan dengan motivasi yang baik, tetapi sebagian menghadapi tantangan menjaga relevansi program dan keberlanjutan layanan. Artikel ini mendokumentasikan praktik baik Garda Cendekia di Kabupaten Lebak, Banten, dalam menerapkan sembilan langkah perencanaan berbasis kebutuhan masyarakat sejak perintisan pada 2018. Sembilan langkah tersebut meliputi asesmen kebutuhan partisipatif, analisis akar masalah, perumusan tujuan dan penerima manfaat, penyusunan kerangka kerja logis (logframe), perancangan aktivitas dan layanan, pemetaan dan pembangunan kemitraan, penyusunan anggaran-jadwal-tim, monitoring dan evaluasi, serta strategi keberlanjutan. Dokumentasi praktik disusun melalui penelusuran dokumen organisasi, profil Garda Cendekia, catatan layanan dan kunjungan, data koleksi dan peminjaman, struktur kepengurusan, dokumen kemitraan, serta dokumentasi kegiatan. Bukti yang tersedia menunjukkan bahwa Garda Cendekia berkembang dari sembilan pemuda perintis menjadi organisasi dengan 21 pengurus pada lima departemen; koleksi perpustakaan masyarakat mencapai 2.277 judul; tersedia dua ruang milik sendiri untuk layanan perpustakaan dan kegiatan literasi; serta terbangun lebih dari dua puluh kemitraan dengan pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi nasional dan internasional. Profil organisasi juga menunjukkan pencatatan layanan secara berkala dan pengembangan layanan yang ramah anak. Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana prinsip perencanaan berbasis kebutuhan dapat diterjemahkan menjadi praktik kerja yang sederhana, siklis, dan adaptif pada skala komunitas. Artikel ini menempatkan sembilan langkah bukan sebagai resep tunggal, melainkan sebagai kerangka belajar yang membantu Garda Cendekia menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan desain layanan, kemitraan, pengelolaan sumber daya, monitoring, dan keberlanjutan. Karena dokumentasi berasal dari satu organisasi dan tidak menggunakan desain eksperimen atau pembanding, hubungan kausal antara penerapan sembilan langkah dan setiap capaian organisasi tidak dapat dipastikan. Nilai utama praktik ini terletak pada dokumentasi proses, bukti perkembangan organisasi, serta perangkat kerja yang dapat diadaptasi oleh komunitas literasi lain.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Atmasari, Y., Merdiana, A. R., & Mutia, F. (2024). The role of community reading parks (TBM) in literacy improvement: A literature study. BIBLIOTIKA: Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi, 8(1), 1–15.

Bhawra, J., Buchan, M. C., Green, B., Skinner, K., & Katapally, T. R. (2022). A guiding framework for needs assessment evaluations to embed digital platforms in partnership with Indigenous communities. PLOS ONE, 17(12), e0279282. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0279282

Compan, P., Kongyok, C., Prommachan, T., Rodsaard, N., & Socheath, M. (2024). Developing and validating sustainability indicators for measuring social impact of university–community engagement programs. Sustainability, 16(12), 5232. https://doi.org/10.3390/su16125232

Dwiyantoro. (2019). Peran Taman Bacaan Masyarakat Mata Aksara dalam menumbuhkan minat baca pada masyarakat. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan, 7(1), 19–32.

Food and Nutrition Technical Assistance (FANTA) Project. (2015). Effective sustainability and exit strategies for USAID FFP development food assistance projects: A synthesis of four-country studies. FANTA/FHI 360.

International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA), & UNESCO. (1994). Public library manifesto 1994. IFLA; UNESCO.

International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA). (2010). IFLA public library service guidelines (2nd ed.). De Gruyter Saur.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus. (2021). Pedoman pengembangan budaya baca: Perintisan dan pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Kemendikbud.

Kmack, H., Pellino, D., & Fricke, I. (2023). Relationship, leadership, action: Evaluating the framework of a sustainable campus-community partnership. Community Development, 54(6), 828–845. https://doi.org/10.1080/15575330.2022.2109700

Mango. (2012). Financial management essentials: A handbook for NGOs. Mango.

Mawaddah. (2024). Gerakan literasi berbasis inklusi sosial di Taman Bacaan Masyarakat Sehati Kabupaten Bandung. Informatio: Journal of Library and Information Science, 4(1). https://doi.org/10.24198/inf.v4i1.44609

Nordin, N., Khatibi, A., & Azam, S. M. F. (2024). Nonprofit capacity and social performance: Mapping the field and future directions. Management Review Quarterly, 74(1), 171–225. https://doi.org/10.1007/s11301-022-00297-2

Norwegian Agency for Development Cooperation (NORAD). (1999). The logical framework approach: Handbook for objectives-oriented planning (4th ed.). NORAD.

Organisation for Economic Co-operation and Development, Development Assistance Committee (OECD-DAC). (2019). Better criteria for better evaluation: Revised evaluation criteria and principles for use. OECD.

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Rodríguez-Rivero, R., & Ortiz-Marcos, I. (2022). The methodology of the logical framework with a risk management approach to improve the sustainability in the international development projects. Sustainability, 14(2), 756. https://doi.org/10.3390/su14020756

Save the Children. (2016). Save the Children's literacy boost toolkit: Introduction. Save the Children.

Shin, G. D., Jeon, K., & Lee, H.-E. (2022). Public library needs assessment to build a community-based library: Triangulation method with a social media data analysis. Library & Information Science Research, 44(1), 101142. https://doi.org/10.1016/j.lisr.2022.101142

United Nations Development Group (UNDG). (2012). Results-based management handbook: Harmonizing RBM concepts and approaches for improved development results at country level. UNDG.

United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). (2024). Toolkit for participatory assessment: Practical guide. UNHCR.

United States Agency for International Development (USAID). (t.t.). Stakeholder engagement toolkit. USAID.

USAID Learning Lab. (t.t.). Monitoring toolkit. Diakses dari https://usaidlearninglab.org/monitoring/monitoring-toolkit

Watkins, R., Meiers, M. W., & Visser, Y. L. (2012). A guide to assessing needs: Essential tools for collecting information, making decisions, and achieving development results. World Bank.

Xu, J., Jamil, R., Mai, X., Deng, L., Zhang, J., & Yang, Y. (2024). Volunteer management in nonprofit organizations: A bibliometric analysis. SAGE Open, 14(4). https://doi.org/10.1177/21582440241284244

Yoanda, S., & Gunaidi, A. (2023). Pengolahan koleksi di Taman Baca Masyarakat Karya Mulya Kota Palembang dalam upaya meningkatkan temu kembali informasi. Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 19(2), 195–207. https://doi.org/10.22146/bip.v19i2.6961

Published

2026-10-01

How to Cite

Sidiq Nulhaq, Irvan Irvani, & Fahmi Al Ghiffari. (2026). Implementasi Sembilan Langkah Perencanaan Berbasis Kebutuhan Masyarakat pada Taman Bacaan Masyarakat: Praktik Baik Garda Cendekia. Babakti: Journal of Community Engangement, 3(2), 58–68. https://doi.org/10.35706/babakti.v3i2.13271

Issue

Section

Articles